3 Tips Jitu Menghadapi Algoritma Instagram

Activpost-Tips-Jitu-Menghadapi- Algoritma-Instagram

Sebagai seorang pengguna Instagram aktif, perubahan algoritma yang mendadak bisa mengubah semuanya. Terlebih jika kamu memiliki rencana matang selama sebulan. Perubahan algoritma Instagram memang kerap berubah sehingga pembuat konten berpikir keras mengubah agar konten tidak basi dan bisa dinikmati followers.

Mengapa algoritma Instagram dianggap penting sehingga pengguna beradaptasi menyesuaikan setiap ada perubahan? Sebelum perubahan algoritma Instagram muncul, untuk bisa menghasilkan engagement dengan followers diperlukan waktu selama 72 menit. Algoritma Instagram berubah berulang kali pada tahun 2018 dan ini baik untuk sebuah brand dan bisnis online. Perubahan ini diyakini bisa membuat konten kamu muncul lebih lama di timeline followers. Founder dan mantan CEO Instagram, Kevin Systrom mengungkapkan bahwa perubahan ini akan membuat followers melihat 30% konten terbaik.

Lalu bagaimana cara agar konten yang kamu buat bisa bertahan lama sehingga mudah menarik banyak followers? Sebab meski kamu telah melakukan banyak hal, nyatanya tidak semua pengguna Instagram bisa mendapatkan engagement dan menciptakan penjualan dari perubahan algoritma tersebut. Berikut ini 3 tips jitu menghadapi algoritma Instagram yang terbukti ampuh meningkat engagement followers. Cek ulasan berikut ini.

1. Komentar

Photo by rawpixel on Unsplash

Perubahan algoritma Instagram terbaru mengharuskan kamu merespon komentar di postinganmu dalam waktu 60 menit setelah diunggah. Jika komentar baru dibalas lebih dari sejam, kemungkinan postingan kamu untuk lebih dilihat banyak orang akan menurun. Karena ketika kamu memberikan maupun membalas komentar, hal ini akan masuk pada kolom following activity (di bagian kolom likes) dan bisa dilihat followersmu.

“Keaktifan kamu menjawab komentar setelah mengunggah postingan berpengaruh dengan cepat tidaknya engagement pada followers.”

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah jumlah komentar yang lebih dari 4 kata. Sebaiknya hindari balasan komentar seperti “terima kasih” karena menurut algoritma Instagram, komentar pendek tidak akan lagi dihitung sebagai engagement. Perubahan algoritma Instagram menginginkan media sosial ini sebagai tempat bercakap-cakap yang akrab layaknya alat komunikasi. Tidak hanya sekadar memamerkan foto dan video.

2. Posting Gambar atau Video

Photo by rawpixel on Unsplash

Ketika pertama kali upload gambar terbaru, postingan gambar tersebut hanya akan disebarkan ke 10% dari jumlah audiens (followers). Hal ini dilakukan semacam seperti tes ombak aja sih, apakah postingan itu layak untuk disebarkan ke semua audiens atau enggak. Jika postingan itu mendapat engagement  dari likes, comments, direct shares yang bagus, maka akan disebarkan ke 90% followers yang belum melihat. Yang tidak kalah penting, usahakan jangan edit caption kamu dalam 24 jam. Karena kamu akan kehilangan kesempatan postingan dilihat lebih banyak audience.

“Saat memposting konten yang sesuai dengan followers, maka audience akan dengan mudah menemukan konten yang kamu posting selanjutnya.”

Jika kamu kewalahan menangani memposting Instagram, ada baiknya kamu menggunakan aplikasi schedule post seperti ActivePost. Dengan menggunakan ActivPost, kamu mendapat kemudahan mencari hashtag efektif dan relevan dengan konten, edit caption dan penjadwalan posting konten. Sehingga kamu tidak perlu susah memposting setiap hari secara manual. Mau merasakan kemudahan ini? Segera aktifkan ActivPost, klik ► https://activpost.net.

3. Hashtag

Photo by rawpixel on Unsplash

Salah satu kekuatan memposting konten di Instagram adalah hashtag. Hashtag dapat membantumu terhubung dengan berbagai macam orang, komunitas dan lebih banyak lagi pengguna di seluruh dunia. Bahkan kamu bisa menjangkau mereka yang sebelumnya tidak pernah kamu tahu di mana dan apa yang mereka sukai.

Berikut ini panduan penambahan hashtag sebelum memposting di Instagram. Panduan ini akan membantu kamu mendapatkan engagement secara efektif. Ikuti cara ini agar postinganmu bisa tahan lama di timeline Instagram:

  • Cari hashtag yang relevan dengan konten. Hashtag yang relevan akan membantumu terhubungan dengan mereka yang benar-benar tertarik dengan kontenmu. Daripada orang yang memancing untuk menyukai kontenmu.
  • Buat lebih spesifik. Misalnya sesuaikan dengan lokasi, hobi, detail bahan produk kamu.
  • Analisa dan observasi hashtag yang kamu gunakan akan membantumu menemukan hashtag mana yang berpotensi meningkatkan follower dan engagement.

Adanya fitur terbaru Instagram berupa follow hashtags ini cukup efektif untuk saling mendapatkan engagement. Ketika kamu mem-follow hashtags, kamu akan mengetahui hashtag lainnya yang belum pernah kamu ketahui. Jika kamu memberikan like pada postingan tersebut, profil akun Instagram kamu akan masuk ke notifikasi. Kemungkinan profil dan postingan kamu akan dilihat semakin banyak audience. Dari sinilah engagement batu akan terjalin.

Demikianlah 3 tips jitu menghadapi algoritma Instagram. Sesungguhnya perubahan algoritma Instagram mengembalikan menjadi media yang diciptakan untuk bersosialisasi, dialog dan mengenal orang lain lebih dalam. Jadi meski algoritma Instagram berubah setiap waktu tanpa ada pemberitahuan, kamu hanya perlu cara mempresentasikan konten yang dibagikan.

Jika cara di atas belum menghasilkan sesuai yang kamu inginkan, mungkin itu disebabkan karena posting konten yang tidak konsisten. Maksudnya, kamu mengunggah konten tidak teratur sehingga followers tidak lagi antusias menunggu konten, likes tidak banyak dan algoritma Instagram tidak mendeteksi kontenmu dengan cepat. Tidak ingin hal ini terjadi kan? Kamu perlu bantuan aplikasi schedule post seperti ActivPost yang akan membantu kamu melakukan jadwal posting Instagram secara otomatis. Kamu tidak perlu lagi mengupdate konten Instagram secara manual satu persatu setiap harinya. Temukan kemudahan itu dengan mengaktifkan ActivPost, klik ► https://activpost.net.

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: